Gunakan Terapi Musik Untuk Mendukung Kesehatan Fisik Dan Jiwa

Gunakan Terapi Musik Untuk Mendukung Kesehatan Fisik Dan Jiwa

Musik mempunyai daya yang begitu kuat. Masuk melalui indra pendengaran telinga, irama musik dicerna oleh otak menjadi gelombang stimulasi lalu diteruskan ke seluruh tubuh dengan membawa pengaruh psikis. Musik dapat membuat orang merasa senang, gembira, termotivasi, semangat, lupa diri, bahkan juga sebaliknya, larut dalam kesedihan, teringat kesalahan yang pernah dilakukan, serta merasa kehilangan akan sesuatu. Para pakar ahli kini mengembangkan metode terapi khusus dengan memanfaatkan musik sebagai media untuk meringankan dan menyembuhkan penyakit bahkan bisa membuat daya tahan tubuh sesorang meningkat berkali-kali lipat hingga virus yang menyebabkan sebuah penyakit bisa dikeluarkan dari tubuh seseorang dan menangkalnya.

Rama (10), terpaku diam di sudut ruangan di dalam rumahnya. Ia duduk menekuk kedua kakinya hingga lututnya menyentuh dada dan berpangku tangan, pandangan matanya kosong menatap jauh ke luar melalui kaca jendela. Seperti sedang ada hal besar yang dipikirkannya. Sesekali Rama melirik ke arah Monica Subiantoro yang sedang duduk di sampingnya sambil memetik-metik senar gitar. Nada-nada riang beriringan dengan suara vokal Monica yang lembut.

Kadang-kadang, tangan mungilnya bergerak ingin menyentuh senar-senar gitar itu. Ia tetap tanpa suara. Ekspresinya datar dan dingin seperti tak terlihat raut wajah ceria. “Ia menyandang autisme sejak lahir,” kata Monica yang berprofesi sebagai dosen sekaligus audio terapis dari sebuah klinik terapi musik didikan Universitas Pelita Harapan, Tangerang. “Sudah beberapa bulan ini saya mencoba membantunya agar bisa berkomunikasi dengan orang di sekitarnya, juga mengeluarkan ekspresinya melalui terapi musik,” tambahnya.

Saat pertama kali berkenalan, Rama adalah seorang anak yang penyendiri. Ia suka duduk di pojok ruangan dengan tatatapan kosong melihat ke arah luar melalui jendela. “Ia bahkan tak peduli pada kehadiran saya yang sedang duduk sambil bermain gitar di sampingnya,” cerita Monica. Selama kurang lebih tiga bulan, kondisi seperti itu terus terjadi seakan tiada perubahan yang terjadi pada diri Rama.

Memasuki bulan keempat, Rama menunjukkan sedikit perkembangan sikap. “Ia mulai mendekat, sering memperhatikan gitar yang saya mainkan, menyentuhnya, dan mendengarkan bunyinya,” kata Monica yang juga merupakan Sarjana program terapi musik dari Anglia Ruskin University, Cambridge, sebuah universitas terkenal di Inggris.

Meski tidak mengeluarkan sepatah kata pun, Rama mulai tersenyum kepada Monica. Tak hanya kepada Monica, sejak terapi Rama juga mulai mudah diajak berkomunikasi oleh orang-orang di rumahnya. Suatu hal yang sebelumnya sulit dilakukan. Musik telah membantu perkembangan Rama.

Penggunaan musik untuk menyehatkan sesungguhnya sudah dikenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Indian Amerika misalnya, menggunakan tembang-tembang tertentu dalam proses penyembuhan penyakit. Dalam masyarakat Jawa, lagu Lelo Ledhung yang dinyanyikan secara lembut sering digunakan untuk menenangkan anak-anak dan membuat mereka tertidur.

Studi penggunaan musik sebagai terapi untuk kesehatan pun telah dimulai sejak permulaan abad ke-18, dan muncul dalam beberapa disertasi kedokteran. Terapi itu antara lain digunakan untuk meringankan beban mental dan psikologi para pasien di rumah sakit, seperti depresi atau stres karena sakit yang dideritanya.

Musik baru mulai benar-benar dimanfaatkan sebagai terapi ketika Perang Dunia I berkecamuk. Ketika itu, para musikus menggunakan musik untuk meringankan beban trauma dan psikologis para tentara korban perang. “Di beberapa rumah sakit di Inggris, musik digunakan untuk memberikan ketenangan para pasien yang akan melakukan operasi,” kata Monica.

Terapi Musik Untuk Kesehatan

Terapi Musik untuk KesehatanTerapi musik merupakan salah satu metode pengobatan, yang menggunakan musik sebagai media yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan. Beberapa pendekatan yang akan digunakan dengan menggunakan terapi musik adalah menciptakan musik, mendengarkan musik dan ngobrol tentang musik. Meski biasanya terapi ini hanya digunakan untuk menyembuhkan kesehatan mental atau emosional, ternyata terapi musik juga bisa meningkatkan kesehatan fisik.

Bagaimana terapi musik ini bisa digunakan?

Terapi musik bertujuan untuk memperbaiki mental atau emosional pasien. Satu sesi terapi musik, meliputi mendengarkan atau membuat musik (menciptakan lagu). Terapi musik ini sendiri, dapat membuat orang menghilangkan stres, rasa cemas, mengurangi rasa sakit, atau memperbaiki suasana hati serta dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang yang sedang menderita suatu penyakit.

Beberapa studi yang dilakukan menunjukkan bahwa seseorang yang menginginkan khasiat dari terapi musik, tidak harus bisa memiliki kemampuan bermusik. Berikut ini akan dibahas lebih lengkap tentang peran terapi musik.

Peran Terapi Musik Bagi Kesehatan

Berikut akan dijelaskan beberapa manfaat penggunaan terapi musik bagi kesehatan:

1. Terapi musik untuk menyembuhkan depresi

Seseorang yang menderita depresi akibat masalah hidupnya, terapi ini sangat cocok sebagai solusi. Pada tahun 2008, sebuah penelitian menunjukkan bahwa dari 5 data hasil penelitian yang telah dilakukan, 4 diantaranya menemukan bahwa pasien yang menggunakan terapi musik ini, cenderung mengalami penurunan tingkat depresi, dibandingkan pasien yang tidak menggunakan terapi ini. Menurut penelitian ini juga, dikatakan bahwa pasien yang menggunakan teori berbasis tekhnik terapi, seperti bernyanyi dan mendengar musik lebih efektif untuk menurunkan depresi.

2. Mengurangi stres pada ibu hamil

Saat hamil, stres sering mendera. Hal ini sangat tidak baik untuk pertumbuhan janin. Terapi musik ini, sangat baik untuk membantu wanita hamil mengurangi stres yang melanda. Terapi musik bagi ibu hamil, dapat dilakukan selama 2 kali sehari. Gunakan musik yang berirama soft, agar dapat menenangkan pikiran.

3. Menghilangkan stres pada pasien penyakit jantung

Sebuah penelitian menyatakan bahwa, mendengarakan musik sangat baik untuk pasien penyakit jantung koroner, agar terhindar dari stres. Terapi musik memiliki efek yang baik untuk mengontrol tekanan darah, denyut jantung, dan rasa nyeri pada pasien penyakit jantung koroner.

4. Membantu meningkatkan komunikasi pada anak Autis

Terapi ini sangat baik untuk anak autis, karena dapat meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak autis.

5. Terapi Musik dapat meringankan tingkat kecemasan pada pasien Kanker

Terapi musik dapat membuat orang yang mengidap kanker, terlepas dari kecemasan saat dilakukan pengobatan kanker. Misal saja, dapat mengilangkan kecemasan sewaktu pasien melakukan terapi radiasi sinar atau dapat mengurangi rasa mual dan muntah karena melakukan kemoterapi dengan dosis yang tinggi.

6. Terapi Musik mampu menormalkan tekanan darah tinggi

Mengatasi Hipertensi, Menghilangkan penyebab hipertensi, Menormalkan tekanan darah - Brainwave Cure Hypertention TherapyBeberapa penelitian membuktikan bahwa alunan serta irama yang terdapat dapat musik mampu membuat otak lebih rileks. Musik mampu menciptakan suasana yang nyaman dan tenang sehingga membuat fungsi organ tubuh bekerja tidak terlalu keras. Seperti halnya dapat menurunkan tekanan darah, melancarkan peredaran darah serta meningkatkan sistem metabolisme tubuh sehingga penderita hipertensi merasakan efek yang sangat luar biasa.

Musik memang teman yang sangat baik jika kita mengalami penurunan emosional, entah karena penyakit atau yang lain.

Manfaat Terapi Musik Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental

“Setiap kali saya bermain (biola), saya melihat ada perubahan. Saya akan menyalurkan emosi saya lewat musik. Ketakutan akan beralih ke musik. Beralih dalam suara,” tutur pemain Biola sekaligus bekas penderita Skizofrenia, David Binanay, seperti dilansir Lifehack.org.

Musik menjadi pengobatan alamiah Binanay selama menderita Skizofrenia selama lima tahun. Skizofrenia adalah penyakit gangguan psikologi yang ditandai dengan serangan delusi/halusinasi, ketakutan/paranoid serta pikiran yang kacau. Biasanya penderita ini akan diserang rasa gemetar yang hebat dan pikiran mulai terpisah dari realita.

Binanay menemukan, terapi musik menjadi pengobatan yang mudah dan manjur dibanding dengan perawatan dengan beragam obat-obatan dan suntikan. Untuk sembuh dari penyakit ini, Binanay secara teratur memainkan biola selama 10 jam setiap hari di rumah sakit. “Musik telah mempercepat proses pemulihan saya. 180 derajat berputar. Dari yang hancur lalu secara total lahir kembali. Saya merasa seperti orang yang lebih baik dari sebelumnya,” tutur Binanay.

Tak hanya menyembuhkan penderita Skizofrenia, musik juga bisa menjadi obat bagi para penderita stroke yang kehilangan kemampuan berkomunikasi.

Dalam bukunya, The Power of Music, penulis Elena Mannes berbagi kisah tentang penderita stroke yang berjuang untuk belajar kembali tentang pola berbicara dengan menyanyi. Terapi ini dinamakan terapi intonasi melodi yang dapat membantu kemampuan berbahasa yang berpusat di bagian otak kanan.

Dua kisah di atas tentu saja menjadi bukti bahwa musik adalah salah satu cara terapi ampuh bagi penyembuhan mental seseorang. Selain itu, musik juga bermanfaat untuk:

  • Menghilangkan rasa sakit pada pasien pasca bedah dan mengurangi jumlah anestesi selama operasi.
  • Meredakan stres dan kecemasan sebab musik dapat menenangkan dan menurunkan tekanan darah dan menstabilkan detak jantung.
  • Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi hormon stres dan meningkatkan hormon pertumbuhan.
  • Obat kebahagiaan. Penelitian menemukan bahwa mendengarkan musik merangsang sistem mesocorticolimbic di otak yang merupakan pusat kebahagiaan yang dipicu oleh humor, makanan lezat dan kokain.

Dari beragam manfaat musik di atas, dapat disimpulkan bahwa musik dan kesehatan berkaitan erat baik bagi otak, jiwa maupun tubuh. Terapi musik sangat sbaik bagi kesehatan karena noninvasif, murah, nyaman dan tanpa efek samping. Sehingga menjadi pilihan pengobatan yang tepat untuk mengurangi stres, kecemasan, rasa sakit dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Artikel Lainnya:

Komentar

komentar

Berpengalaman sejak tahun 2008 telah membuat kami benar-benar paham akan manfaat teknologi Gelombang Otak (Brainwave) untuk meningkatkan kemampuan diri dan mengatasi beberapa masalah. Dengan kemajuan teknologi dan penelitian ilmiah menemukan bahwa suara gelombang dalam frekuensi tertentu dapat menstimulasi otak - Brainwave Entrainment

1 Comment

Leave a Reply