Riset dan Penelitian Terapi Gelombang Otak (Brainwave Entrainment)

Riset dan Penelitian Terapi Gelombang Otak (Brainwave Entrainment)

Otak manusia mempunya beberapa macam bagian, yaitu Cerebrum, Cerebellum, Sistem Limbic, BrainStem serta bagian otak yang lainnya. Salah satu bagian dari otak manusia yang membantu manusia untuk menjalani aktivitasnya adalah sel otak (Neuron). Setiap neuron ini terdiri dari cabang atau dendrit yang bisa berjumlah milyaran.

Masing-masing neuron saling berkomunikasi dengan memancarkan gelombang listrik yang akan mengaktifkan atau menjalankan organ tubuh lainnya untuk membantu manusia menjalani aktivitasnya. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut “gelombang otak” atau brainwave. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak tersebut sudah mati.

Dalam Penelitian Dimukan Bukti Perubahan Neuroplastis saat Dilakukan Terapi Gelombang Otak

Sumber: Goldsmiths University of London

Kerja sama antara dua laboratorium perintis dari University of London telah memberikan bukti pertama dari perubahan neuroplastis terjadi langsung setelah pelatihan gelombang otak alami. Peneliti dari Goldsmiths dan Institute of Neurology menunjukkan bahwa regulasi ritme otak secara sadar selama setengah jam menimbulkan pergeseran yang menetap dalam rangsangan kortikal dan fungsi intrakortical. Hebatnya, efek yang terjadi ini sama besamya sebanding intervensi lainnya yang menggunakan bentuk stimulasi otak dengan getaran magnetik atau listrik. Temuan baru ini memiliki implikasi penting bagi masa depan terapi non-farmakologis untuk otak, merupakan tanda untuk penelitian lebih lanjut secara serius serta bukti kuat dari penelitian tentang neurofeedback, suatu teknik yang yang menjanjikan untuk memodulasi plastisitas otak bagian dalam secara aman tanpa rasa sakit dengan cara alami.

Kontrol dari aktivitas otak sendiri dapat dipelajari dengan bantuan sebuah perpaduan alat otak-komputer, yang bertindak untuk menampilkan aktivasi otak pada saat itu pada layar komputer melalui apa yang dikenal sebagai loop “neurofeedback”. Selama neurofeedback gelombang otak, tampilan visual di layar komputer berperilaku seperti “cermin” virtual untuk osilasi listrik nyata yang dihasilkan oleh neuron di korteks serebral, yang dicatat oleh sensor permukaan pada kulit kepala.

Penulis Tomas Ros, dan rekan penulis Diane Ruge dan Moniek Munneke, di bawah pengawasan Profesor John Gruzelier dan John Rothwell, memanfaatkan stimulator non-invasive magnetik transkranial (TMS) untuk menyelidiki apakah  terjadi perubahan yang nyata dalam fungsi kortikal tak lama setelah satu sesi pelatihan regulasi diri gelombang otak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan getaran magnetik pendek secara eksternal pada kulit kepala untuk merangsang korteks motorik, menghasilkan kedutan otot yang tetap sebanding dengan tingkat respon saraf (atau “rangsangan”) dari korteks. Ros dan rekan mengamati bahwa respon kortikal yang mengikuti aktivasi neurofeedback (dalam hal ini, menekan gelombang alpha) secara signifikan ditingkatkan dan diikuti oleh penghambatan fungsi sinaptik intrakortical hingga 150%. Efek pasca ini bertahan selama setidaknya 20 menit setelah penghentian pelatihan, waktu yang menunjukkan terjadinya perubahan neuroplastis.

Hasil Penelitian tentang Terapi Gelombang Otak (Brainwave Entrainment)

Berikut ini adalah hasil penelitian tentang Terapi Gelombang Otak (Brainwave Entrainment) dari para ahli di seluruh Dunia. Hasil Penelitian tersebut yang menjadi rujukan sekaligus dasar bagi kami dalam merancang Musik Terapi Gelombang Otak.

Kami tidak dapat menuliskan semua hasil penelitian tentang Terapi Gelombang Otak yang ada didunia, tetapi kami telah memilihkan hasil penelitian yang kami Anggap penting, agar Anda dapat memahami bagaimana sejarah dan bagaimana Terapi Gelombang Otak dapat menyelesaikan berbagai permasalahan Anda.

“Pada Tahun 1942, Dempsey dan Morison(penulis buku The Interaction of Certain Spontaneous and Induced Cortical Potential), menemukan bahwa stimulasi taktil(rangsangan pada indra peraba) secara berulang-ulang dapat menghasilkan gelombang Otak”

“Pada Tahun 1959, Dr. Chatrian(Psikolog di Division of Electroencephalography And Clinical Neurophysiology, NN283, University Hospital, USA) juga meneliti gelombang otak yang dihasilkan oleh rangsangan audio.

“Pada Tahun 1960, M.S. Sadove MD, Direktur Anestesiologi di University of Illinois, menggunakan stimulasi yang berhubungan dengan cahaya untuk mengurangi takaran pembiusan pada saat Operasi.”

“Pada Tahun 1973, Dr. Gerald Oster (Seorang Ahli Biofisika asal Haiti) meneliti cara menggabungkan dua nada murni yang dapat menghasilkan beat (ketukan) berirama. Ketukan tersebut dibagi menjadi binaural beat(memerlukan otak untuk memproses frekuensi yang diterima) dan monaural beat (tidak memerlukan otak untuk memproses kembali frekuensi yang diterima). Setelah membandingkan kedua beat tersebut, Oster mencatat bahwa monaural beat menunjukkan respons aktivitas listrik pada saraf yang sangat kuat. Sedangkan Binaural beat menghasilkan respons aktivitas listrik pada saraf yang sangat sedikit (karena kedalamannya hanya 3 DB atau 1/10 Volume Berbisik).”

“Pada Tahun 1980, Tsuyoshi Inouye(Psikiater asal Jepang) menemukan bahwa stimulasi otak dengan cahaya mampu menghasilkan sinkronisasi otak (penyelarasan otak kiri dan otak kanan). “

“Pada tahun 1984, Dr. Brock opp(Profesor dan asisten di Dean for Undergraduate Studies) menguatkan penelitian Tsuyoshi. Ia menganalisis rangsangan otak secara audio-visual dan sinkronisasi otak menggunakan alat pengukur gelombang otak.”

“Pada Tahun 90-an, Dr. Russell dan Dr.Carter(dokter spesialis asal Amerika yang menangani anak hiperaktif) menggunakan teknologi gelombang otak untuk mengeksplorasi anak Hiperaktif (ADHD = Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan anak yang mengalami gangguan belajar. Penelitian juga dilakukan pada kelelahan kronis, penyakit kronis, hipertensi, dan penyakit lainnya “

“Terapi Gelombang Otak pertama kali dikemukakan oleh Richard Caton dalam jurnal medis di  Inggris, dia menyebutkan bahwa di belahan otak kelinci dan monyet ditemukan adanya aktivitas listrik. Kemudian penelitian dari Richard Calton di lanjutkan kembali oleh Adolf Beck pada tahun 1890. Dalam sebuah artikel yang dia tulis, dia mengemukakan adanya gelombang listrik pada otak kelinci dan otak anjing. Dia menambahkan bahwa gelombang ini berupa osilasi ritmik yang mirip dengan cahaya. Dan pada tahun 1929 seorang ilmuwan yang bernama Hans Berger meneliti dan mengemukakan tentang adanya gelombang otak manusia. Dia menemukan sebuah alat pengukur gelombang listrik yang bernama EEG(Electroencephalography). EEG merupakan Alat yang dapat mengukur tinggi rendahnya frekuensi gelombang yang ada pada Otak. Frekuensi gelombang otak pada EEG di kelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu gelombang Gamma (16-100Hz), Gelombang Beta(12-19Hz), Sensori Motor Rhytm(12Hz-16Hz), Gelombang Alpha (8Hz-12Hz), Gelombang Theta (4 Hz- 8Hz), Gelombang Delta (0.5 HZ – 4 Hz), Schumann Resonance (7.83Hz).

Selanjutnya, Anda juga perlu untuk mengetahui bahwa riset dan penelitian tentang gelombang otak ini sudah dilakukan sejak tahun 1889, hanya saja mulai terbukti pada tahun 1929, dimana Hans Berger, seorang psikiater Jerman, menemukan Electro Encephalograph (EEG) yang bisa digunakan untuk mengukur gelombang listrik yang dihasilkan otak.

Sejak saat itulah teknologi berbasis Gelombang Otak (Brainwave) untuk meningkatkan kemampuan pikiran dan perkembangan diri manusia mulai berkembang pesat di seluruh dunia. Dalam perkembangannya, Gerald Oster seorang ahli biofisika di Mount Sinai Hospital di New York City telah menemukan Terapi untuk menstimulasi gelombang otak dan dinamakan dengan Brainwave Therapi (Terapi Gelombang Otak).

Kami dari Asosiasi Parapsikoterapi Indonesia dibawah naungan PT. RCM merupakan salah satu perusahaan dan master terapi dengan hipnoterapi maupun dengan tehnologi gelombang otak (Brainwave Therapy ). Kami mempelajari tentang terapi gelombang otak ini secara mendalam. Riset dan penelitian kami telah banyak memberikan manfaat tidak hanya bagi sedikit orang. Sehingga sejak tahun 2007 kami akhirnya mendapatkan sertivikat international untuk mengembangkan dan menyebar luaskan Terapi Gelombang Otak ini.

Kami telah menciptakan Ratusan Produk CD Terapi yang akan membantu Anda dalam mengatasi permasalahan yang saat ini Anda hadapi. untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, terapi psikologis, mengatasi kebiasaan buruk, kecanduan, ADHD, autisme, fobia, trauma, kecemasan, stress, depresi, migrain, obsesif kompulsif, alergi, tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja otak, pembelajaran, kesehatan, kecantikan, relaksasi, motivasi, seksualitas, kepercayaan diri, meningkatkan kecerdasan, mempercepat proses belajar, pengembangan diri dan masih banyak lagi.

Dari beberapa kajian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan Terapi Gelombang Otak (Brainwave), ternyata dapat merubah hidup Anda menjadi lebih baik. Jika Anda memiliki masalah seperti penyakit, gangguan psikologis, atau Anda ingin sukses dan hidup lebih positif, Segera pesan Musik Relaksasi Terapi Gelombang Otak (Brainwave) Sekarang Juga.

Artikel Lainnya:

Berpengalaman sejak tahun 2008 telah membuat kami benar-benar paham akan manfaat teknologi Gelombang Otak (Brainwave) untuk meningkatkan kemampuan diri dan mengatasi beberapa masalah. Dengan kemajuan teknologi dan penelitian ilmiah menemukan bahwa suara gelombang dalam frekuensi tertentu dapat menstimulasi otak - Brainwave Entrainment

3 Comments

Leave a Reply